Resolution & Recovery · Control Tower

TP2A AI-Enabled Resolution & Recovery Operating System

TP2A memulihkan kesinambungan servicing, recovery, integritas data, dan governance ketika sebuah platform tidak lagi dapat beroperasi—tanpa mengambil alih kustodi dana atau kewenangan keputusan material.

Scenario A · Deterministic demo · Explicit human approval

Conceptual governance model · Tidak menyiratkan persetujuan atau endorsement regulator/asosiasi.

01
AFPI GovernancePolicy direction & oversight
02
TP2A Control TowerGovernance · Orchestration · Escalation
03
AI + AutomationPolicy-bound execution & decision support
04
Execution / Vendor EcosystemOperations · Specialists · Authorized rails
05
Lender & BorrowerContinuity · Resolution · Trusted outcomes

01 · The break

Enam titik kegagalan yang harus dipulihkan

TP2A menyatukan kembali layanan, recovery, data, payment visibility, case strategy, dan governance dalam satu operating rhythm.

01

Customer Service Breakdown

Borrower dan lender kehilangan akses ke status kasus serta jalur layanan yang konsisten.

02

Collection Breakdown

Reminder, PTP, dan tindak lanjut collection kehilangan koordinasi serta kontrol conduct.

03

Data Breakdown

Tidak ada baseline data tunggal yang dapat dipercaya untuk mengelola kasus.

04

Payment Breakdown

Pembayaran terjadi pada authorized rails, tetapi status dan alokasinya tidak selalu tersambung ke kasus.

05

Case Strategy Breakdown

Kasus kompleks kehilangan analisis dan jalur keputusan recovery yang terstruktur.

06

Governance Breakdown

Mandat, approval, vendor action, dan audit evidence tidak terlihat dalam satu control plane.

Mengapa TP2A? Tanpa satu control plane, continuity, exception, authority, vendor action, dan evidence tetap terfragmentasi. TP2A menyatukannya sebagai Control Tower yang terkontrol dan dapat diaudit.

02 · Operating model

Control Tower, Not Factory Floor.

TP2A menetapkan kendali, mengorkestrasi pekerjaan, dan mengarahkan exception. Eksekusi bersifat vendor-led dan tetap dilakukan oleh pihak yang memiliki mandat serta kapabilitas.

OversightAFPI Governance
Control planeTP2A Control Tower
GovernanceOrchestrationEscalationData integrityVendor performanceStrategic case reviewManagement information
AI & AutomationExecution within policy
Execution VendorsOperational delivery
Specialist AdvisersLegal & case expertise
LenderContinuity · Recovery · MIBorrower

03 · Lifecycle

Satu alur kendali, dua belas tahap

Setiap tahap menghubungkan tujuan bisnis, AI support, peran manusia, systems, controls, dan escalation.

  1. 01

    Intake

    Membentuk catatan kasus awal yang lengkap, terlacak, dan siap diperiksa manusia.

    AI-enabledHuman gate
  2. 02

    Authority

    Memastikan TP2A hanya bertindak sesuai mandat, standing, consent, dan kewenangan yang sah.

    AI-enabledHuman gate
  3. 03

    Data Baseline

    Menyediakan baseline data terverifikasi sebagai sumber kerja awal dan dasar rekonsiliasi.

    AI-enabledHuman gate
  4. 04

    Onboarding

    Menyiapkan identitas kasus, kanal resmi, payment route, dan communication entitlement yang benar.

    AI-enabledHuman gate
  5. 05

    Servicing

    Memberikan layanan kasus yang terverifikasi, konsisten, dan memiliki jalur eskalasi yang jelas.

    AI-enabled
  6. 06

    Collection

    Menjalankan collection yang proporsional dan sesuai kebijakan tanpa memberikan diskon atau keputusan material.

    AI-enabled
  7. 07

    Payment

    Mengarahkan pembayaran melalui bank/PJP/VA yang diotorisasi tanpa menjadikan TP2A sebagai kustodian dana.

    AI-enabled
  8. 08

    Reconciliation

    Mencocokkan transaksi secara dapat diaudit dan memprioritaskan exception untuk koreksi manusia.

    AI-enabledHuman gate
  9. 09

    Recovery Strategy

    Menyiapkan analisis kelayakan dan opsi recovery sebagai decision support untuk manusia.

    AI-enabledHuman gate
  10. 10

    Resolution

    Menjalankan hasil keputusan material yang telah disetujui melalui kewenangan manusia yang tepat.

    AI-enabledHuman gate
  11. 11

    Closure

    Menutup kasus hanya setelah alokasi, complaint/legal record, bukti, dan retensi telah lengkap.

    AI-enabledHuman gate
  12. 12

    Reporting

    Menyediakan laporan exception, kinerja, recovery, dan risiko yang konsisten untuk pengawasan manusia.

    AI-enabled
Telusuri purpose, inputs, controls, systems, roles, dan escalation setiap tahap.Buka Process Explorer →

04 · AI Workforce

Sembilan agent. Satu policy boundary.

AI mengeksekusi volume dan menyiapkan decision support. Ia tidak mengambil alih keputusan material.

Autonomous within policy

Customer Service Agent

Memberikan jawaban layanan yang terverifikasi dan mengarahkan kebutuhan kompleks kepada petugas manusia.

Human supervised

Complaint Agent

Mengklasifikasikan complaint, memantau SLA, dan mengangkat isu berisiko tanpa memutuskan hasil complaint.

Autonomous within policy

Collection Agent

Menjalankan reminder dan soft collection yang disetujui dalam contact policy serta mendeteksi kebutuhan Human-in-the-Loop.

Human supervised

Voice Agent

Mendukung percakapan inbound/outbound yang terverifikasi, transkripsi, ringkasan, dan transfer manusia sesuai kebijakan.

Human supervised

Reconciliation Agent

Mencocokkan transaksi, mendeteksi duplicate/reversal, dan menyarankan kandidat tanpa melakukan koreksi material secara mandiri.

Decision support only

Case Analyst

Menyediakan case summary, viability analysis, strategy options, recovery comparison, dan NPV sebagai decision support.

Human supervised

Document Agent

Mengklasifikasikan dokumen dan menyusun draft berbasis template untuk pemeriksaan serta persetujuan manusia.

Decision support only

QA Agent

Melakukan monitoring script/conduct dan quality sampling untuk menemukan penyimpangan yang perlu ditinjau manusia.

Human supervised

Reporting Agent

Menyusun draft laporan operasional, exception, recovery, risiko, dan vendor performance dari data yang dapat ditelusuri.

Lihat tools, data access, actions, KPI, dan batas kewenangan seluruh agent.Buka AI Workforce Explorer →

05 · Decision rights

AI bergerak cepat. Manusia memegang kewenangan.

Tiga lapisan authority menjaga execution tetap proporsional, dapat dijelaskan, dan dapat diaudit.

AI EXECUTE

AI menjalankan tugas berulang hanya di dalam policy, permission, dan data entitlement yang telah disetujui.

HUMAN REVIEW

AI menyiapkan informasi atau draft; manusia menilai konteks, memperbaiki, dan menentukan tindak lanjut.

HUMAN ONLY

Keputusan material hanya dapat dibuat oleh manusia dengan kewenangan yang sesuai dan audit trail lengkap.

06 · Technical preview

Layered for control, not complexity

Preview statis target architecture. Prototype A tidak menghubungkan systems atau services nyata.

01

Channels

02

CRM

03

AI Agents

04

Workflow

05

Business Services

06

Data

07

Control

07 · Governance

Kendali dirancang ke dalam operating model

Bukan lapisan dokumentasi di akhir—authority, custody, approval, audit, vendor, dan privacy menjadi bagian dari setiap workflow.

G1

Lawful authority

Setiap tindakan mengikuti mandate, consent, standing, dan Authority Matrix yang telah disetujui.

G2

Non-custodial payment

Dana tetap berada pada bank, PJP, virtual account, atau rail resmi; TP2A tidak memegang dana.

G3

Human approval

Keputusan material dan koreksi penting berhenti pada manusia dengan kewenangan yang tepat.

G4

Auditability

Identity, permission, execution, exception, approval, dan evidence memiliki jejak audit.

G5

Vendor-led execution

Vendor dan specialist menjalankan pekerjaan lapangan; TP2A mengorkestrasi dan mengawasi kinerjanya.

G6

Data & privacy control

Least privilege, entitlement, consent, dan escalation membatasi penggunaan data.

08 · Roadmap

Present now. Operationalize with control.

Website ini adalah Prototype A untuk menyelaraskan operating model. Kapabilitas operasional dibangun bertahap setelah scope, authority, integrations, dan controls disetujui.

CurrentWebsite Prototype A

Presentation-only · Local structured data · Deterministic demo

FutureOperational TP2A Capability

Authorized integrations · Controlled workflows · Production controls

  1. 01

    Mobilize

    Mandat, sponsor, scope, dan governance mobilization.

  2. 02

    Design

    Operating model, Authority Matrix, journeys, dan controls.

  3. 03

    Build Core

    Core case, workflow, data, AI support, dan audit foundations.

  4. 04

    Integration

    Controlled integration dengan authorized systems dan execution ecosystem.

  5. 05

    Controlled Go-Live

    Limited scope, Human-in-the-Loop, monitoring, dan rollback readiness.

  6. 06

    Scale

    Portfolio, vendor, channel, dan operating capacity expansion.

  7. 07

    Industrialize

    Standardization, observability, optimization, dan continuous assurance.

Illustrative / Demo Data

Tidak ada live integration, production database, payment custody, atau live LLM pada Prototype A.